Mamuju – Penguatan industri media siber di Sulbar memasuki babak baru usai Abd. Samad terpilih secara musyawarah mufakat sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Barat.
Wasekjen JMSI Pusat, Sabri, menegaskan bahwa Sulbar adalah kepingan penting dari 971 anggota perusahaan media di Indonesia. Fokus utama kepengurusan baru ini adalah membangun platform bisnis yang sehat dan profesional.
Dengan dukungan penuh dari Forkopimda dan Bank Indonesia, JMSI Sulbar diproyeksikan menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah ini.
Proses pemilihan sempat diwarnai dinamika yang cukup alot. Para pemilik media anggota JMSI memberikan catatan kritis mengenai arah industri digital di Tanah Malaqbiq ke depan.
Namun, Abd. Samad berhasil meyakinkan forum melalui paparan visi yang visioner. Ia menekankan bahwa kunci keberlanjutan media siber saat ini bukan hanya pada kecepatan informasi, melainkan pada profesionalisme dan inklusivitas.
“Kita berada di persimpangan jalan digital. Pilihan kita hanya satu: melaju pada poros yang ideal dengan mengedepankan integritas bisnis dan kualitas konten,” tegas Samad dalam pidato kemenangannya. Ia berkomitmen membawa media lokal di Sulbar menjadi pemain utama dalam ekosistem digital nasional.
Wasekjen JMSI Pusat, Sabri, S.KM., M.Kes., yang hadir membuka acara secara resmi, menegaskan bahwa Sulawesi Barat adalah kepingan penting dari peta besar media siber nasional. Dengan bergabungnya Sulbar, kini JMSI memperkuat barisannya yang telah mencapai 971 anggota perusahaan media di seluruh Indonesia.
“Ini adalah momentum bersejarah. Sulbar tidak boleh lagi hanya menjadi penonton dalam perkembangan media siber. Dengan sisa tiga provinsi yang akan segera menyusul—Papua Selatan, NTT, dan Sulut—JMSI akan menjadi organisasi perusahaan media siber terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia,” ujar Sabri mewakili Ketua Umum.
Sabri juga memaparkan bahwa JMSI pusat tengah gencar memperkuat platform bisnis melalui sinergi dengan kementerian strategis seperti Kementerian HAM dan Kadin Indonesia. Harapannya, pola ini diduplikasi oleh Pengda JMSI Sulbar untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi perusahaan media di daerah.
Di sisi lain, Ketua Panitia Musyawarah, Musraho, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap masa depan organisasi. Kehadiran sejumlah pejabat Forkopimda dan perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar dalam acara tersebut menjadi sinyal positif akan adanya dukungan kuat bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis digital.
“Terbentuknya JMSI Sulbar adalah patron utama untuk sinergi multi-pihak. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama kepada para ‘orang hebat’ di kepanitiaan yang telah mewujudkan musyawarah ini,” ungkap pemilik media bukapesan.com tersebut.
Dengan nakhoda baru dan dukungan infrastruktur jaringan nasional, JMSI Sulbar kini memikul misi besar: mentransformasi industri media siber dari sekadar penyampai berita menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi digital di Sulawesi Barat.
